Teknik Memperbaiki Tata Kalimat dalam Paragraf
Memperbaiki tata kalimat dalam paragraf adalah sebuah materi Bahasa Indonesia yang sering keluar saat Ujian Sekolah atau yang sekarang akrab dengan nama USBN. Memperbaiki tata kalimat sebenarnya masih berkaitan dengan materi menyunting kalimat.
Perbedaan memperbaiki tata kalimat dalam paragraf dengan memperbaiki ejaan adalah peserta didik diharuskan memperbaiki sebuah kalimat yang kalimatnya masih menyatu dengan paragraf. Tujuannya agar tercipta paragraf yang padu, enak dibaca dan memiliki kelengkapan unsur kalimat.
Apa itu kalimat?
Kalimat adalah 1) kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pemikiran dan perasaan 2) perkataan 3) satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual atau pun potensial terdiri atas klausa. Itulah pengertian kalimat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Kalimat terdiri atas fungsi subjek, predikat, objek, keterangan dan pelengkapan. Meskipun tidak semua fungsi harus dihadirkan dalam kalimat. Namun, minimal kalimat memiliki fungsi subjek dan predikat, objek ditambahkan jika dibutuhkan, pola seperti ini sering disebut dengan kalimat tunggal.
Kalimat dianggap tidak tepat susunan bahasanya atau tidak efektif akan menyebabkan maksud dari kalimat tidak dapat dipahami oleh penerima atau pendengar. Ketidak efektifan kalimat tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut:
Ketidaklengkapan Unsur Kalimat
Kalimat dianggap tidak lengkap jika unsur dari kelimat yang berupa subjek dan predikat tidak ada dalam kalimat tersebut. Subjek dan predikat merupakan unsur minimal sebuah kalimat (kalimat tunggal), ketidakhadiran unsur tersebut akan mempengaruhi kelengkapan kelimat contoh:
Mencuci baju
Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak menjelaskan orang (subjek) yang mencuci baju. Pembetulan dari kalimat tersebu adalah Rico mencuci baju
Penggunaan Unsur Kalimat secara berlebihan
Unsur berlebihan dapat berupa penggunaan kata yang mempunyai arti sama atau penggunaan kata tugas yang tidak perlu. Faktor-faktor tersebut biasanya dipengaruhi oleh Bahasa Lisan yang sering diucapkan. Padahal, bahasa tulis dengan lisan itu berbeda. Sebagai contoh kalimat berikut ini:
Bapak-bapak semua yang berbahagia
Kalimat tersebut tidak efektif sebab kata ulang bapak-bapak sudah memiliki makna banyak, ditambah lagi dengan kata semua yang memiliki makna banyak. Terjadi pemborosan kata pada kalimat diatas. Suntingannya Bapak-bapak yang berbahagia
Ketepatan Penempatan Unsur dalam Kalimat
Peletakan unsur-unsur yang tepat dalam kalimat akan membuat kalimat menjadi efektif dan menarik. Salah peletakan unsur dalam kalimat akan membuat makna kalimat tersebut menjadi ambigu. Contoh:
Membuang sampah sembarangan sebelum terjadi banjir, banyak warga
Kalimat tersebut kurang tepat, sehingga kalimat diatas terkesan sangat kaku. Perbaikan dari kalimat tersebut adalah Sebelum terjadi banjir, banyak warga membuang sampah sembarangan
Kunci Pengerjaannya
Jika anda menemukan soal perbaikan kalimat dalam paragraf tersebut dalam soal pilihan ganda. Langkah yang perlu anda lakukan sebetulnya cukup sederhana. yaitu mengamati pilihan jawaban yang memiliki kalimat paling endak dibaca, paling efektif dan paling menuju pada inti permasalahan.
Cara agar bisa langsung mengetahuinya? perbanyak membaca, akan mempermudah anda mengetahui permasalahan dalam sebuah kalimat
Contoh Soal
Cara agar bisa langsung mengetahuinya? perbanyak membaca, akan mempermudah anda mengetahui permasalahan dalam sebuah kalimat
Contoh Soal
Para siswa kelas VI SD Maju Jaya berkunjung ke Museum Gula. Sampai di lokasi mendapat penjelasan dari petugas museum. Mereka dengan cermat memperhatikan penjelasan petugas. sambil mencatat, ada beberapa siswa bertanya kepada petugas.
Perbaikan : Sampai dilokasi mereka mendapat penjelasan dari petugas museum
Semalam Desa Pelita kebanjiran. Luapan air dari sungai merambat langsung ke pemukiman penduduk. Seluruh penduduk mengungsi sementara harta benda mereka ada yang terendam oleh banjir. Para penduduk semua sangat khawatir akan masa depan mereka sekalian.
Perbaikan : Penduduk sangat khawatir akan masa depan mereka
Perbaikan : Sampai dilokasi mereka mendapat penjelasan dari petugas museum
Semalam Desa Pelita kebanjiran. Luapan air dari sungai merambat langsung ke pemukiman penduduk. Seluruh penduduk mengungsi sementara harta benda mereka ada yang terendam oleh banjir. Para penduduk semua sangat khawatir akan masa depan mereka sekalian.
Perbaikan : Penduduk sangat khawatir akan masa depan mereka

