Empat Pilar Belajar UNESCO

learn to do
Pembelajaran dialam terbuka

Belajar adalah sebuah kebutuhan dan belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap warga negara

Berkaitan dengan pendidikan. Terdapat empat pilar belajar menurut PBB melalui UNESCO. Dalam buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2001:13) paradigma pembelajaran menurut UNESCO akan menciptakan proses belajar-mengajar yang efektif, yaitu : belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).


Belajar mengetahui (learning to know)
Learning to know memiliki pengertian bahwa ketika kita belajar kita akan menjadi tahu. Bahasa mudahnya dari mulai tidak tahu menjadi tahu. Selain itu juga menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai informator, organisator, motivator, diretor, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator bagi siswanya, sehingga peserta didik perlu dimotivasi agar timbul kebutuhan terhadap informasi, keterampilan hidup, dan sikap tertentu yang ingin dikuasainya.

Contoh : Setiap pagi berangkat sekolah, disekolah menerima pelajaran-pelajaran yang baru yang membuat kita semakin mengetahui banyak hal.

Belajar berkarya (learning to do)
Learning to do maksudnya setelah kita mengetahui hal-hal yang baru dari pembelajaran yang kita lakukan, kita bisa melakukan sesuatu karya atau bentuk pekerjaan nyata dari ilmu yang telah diserap. Pembelajaran ini menyiratkan bahwa siswa dilatih untuk sadar dan mampu melakukan suatu perbuatan atau tindakan produktif dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Terkait dengan hal tersebut maka proses belajar-mengajar perlu didesain secara aplikatif agar keterlibatan peserta didik, baik fisik, mental dan emosionalnya dapat terakomodasi sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.

Contoh : Ketika kita bisa mengetahui bahwa semut akan mendekat ketika ada gula atau benda-benda yang manis. Kita bisa berkarya untuk menciptakan sesuatu agar semut tidak memasuki benda-benda yang manis tersebut. Pramuka juga mengajarkan Learning to do dalam pembelajarannya. Sehingga kegiatan pramuka akan lebih mengena dan langsung kepada pengaplikasian kegiatannya.

Belajar hidup bersama (learning to live together
Learning to live together maksudnya dengan kita mengetahui dan kita dapat melakukan sesuatu dari apa yang kita pelajari, selanjutnya kita dapat melakukannya untuk diri kita sendiri dan juga untuk orang lain yang ada di sekitar kita. Pembelajaran ini bertalian erat dengan pemberantasan sikap egoisme yang mengarah pada chauvinisme pada peserta didik sehingga melunturkan rasa kebersamaan dan harga-menghargai. Memahami, menghormati dan bekerja dengan orang lain, mengakui ketergantungan, hak dan tanggungjawab timbal balik yang melibatkan partisipasi aktif warga, tujuan bersama menuju kerekatan sosial, perdamaian dan semangat kerjasama demi kebaikan bersama. Sebab, dewasa ini sudah mulai banyak tertanam sikap-sikap egoisme pada diri tiap individu-individu.

Contoh : Sebagai seorang yang berpendidikan tentuh kita akan menghargai karya orang lain atau ketika kita bisa melakukan banyak hal kita tidak sungkan-sungkan untuk berbagi dengan orang lain.


Belajar berkembang utuh (learning to be)
Learning to be ini maksudnya adalah setelah kita mengetahui, kita dapat melakukan, kita dapat membaginya dengan orang lain, kita dapat membuat sesuatu yang lebih baik. Baik itu bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Pengarjaran ini menitik beratkan kepada peserta didik untuk siap terjun kemasyarakat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran ini adalah sikap percaya diri. Perlu dihayati oleh praktisi pendidikan untuk melatih siswa agar mampu memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi. Kepercayaan merupakan modal utama bagi siswa untuk hidup dalam masyarakat. Pengembangan dan pemenuhan manusia seutuhnya yang terus “berevolusi”, mulai dengan pemahaman diri sendiri, kemudian memahami dan berhubungan dengan orang lain. Menguak kekayaan tak ternilai dalam diri.

Empat pilar belajar menurut unesco ini juga akan membuat pembelajaran yang kita lakukan (sebagai seorang pendidik) akan lebih bermankna lagi.

Baca juga artikel tentang Hakikat pembelajaran
Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat....

=======Referensi======
dari google dengan kata kunci : Empat Pilar Pembelajaran UNESCO

Post a Comment