Ciri-Ciri Pendidik dan Syarat Pendidik

Ciri-Ciri Pendidik
Menunjukkan kewibawaan
Ciri utama seorang pendidik adalah adanya kewibawaan yang terpancar dari dirinya terhadap anak didik. Pendidik harus memiliki kewibawan (kekuasan batin mendidik) menghindari penggunaan kekuasaan lahir, yaitu kekuasaan yang semata-mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan. Kewibawaan merupakan pancaran batin yang dapat menimbulkan pada pihak lain sikap untuk mengakui, menerima, dan menuruti dengan penuh pengertian atas pengaruh pihak tersebut

Mengenal anak didiknya
Ciri kedua seorang pendidik adalah mengenal anak didiknya, yakni sifat anak secara umum, anak usia kelas rendah berbeda sifatnya dengan anak usia kelas tinggi

Membantu anak didiknya
Ciri ketiga seorang pendidik adalah mau membantu anak didiknya, dan bantuan yang diberikan harus sesuai dengan yang diharapkan anak didiknya.
Syarat Pendidik
Edi Suardi (1984) mengungkapkan bahwa seorang pendidik harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni ;
  1. Seorang pendidik harus mengetahui tujuan pendidikan. Salah satu tujuan akhir pendidikan harus ia sadari benar. Dalam hal itu, pendidik harus banyak mempunyai pengetahuan tentang apa yang disebut manusia dewasa, sesuai dengan tempat dan waktu. Di Indonesia harus mengenal tujuan pendidikan nasional atau cita-cita nasional tentang manusia Indonesia. 
  2. Seorang pendidik harus mengenal anak didiknya.
    Hal ini dapat dibantu dengan pengetahuan tentang bimbingan dan koseling agar guru dapat lebih mendalami lagi hal-hal yang terjadi pada siswanya dan dapat mencari solusi untuk permasalahnnya.
  3. Seorang pendidik harus tahu prinsip dan penggunaan alat pendidikan. Ia harus tahu pula memilih mana yang cocok untuk anak inipada situasi tertentu. Untuk itu, ia harus adapat menentukan jalan atau prosedur mendidik yang bagaimana harus ia gunakan atau tempuh. 
  4. Untuk dapat melakukan tugasnya, yang menghendaki pengetahuan dan kesabaran itu ia harus mempunyai sikap bersedia mebantu anak didik. Tanpa itu, ia akan merupakan orang yang bertindak mekanis, seperti robot, atau kadang-kadang di luar kesadaranya berlaku kurang cocok sebagai pendidik, misalnya kurang sabar. 
  5. Untuk dapat membuat suatu pergaulan pendidikan yang serasi dan berbicara pada anak didik, maka ia harus dapat beridentifikasi (menyatupadukan) dengan anak didiknya. Itu tidak berarti bahwa ia uluh dalam kehidupan seorang atau beberapa orang anak didiknya. Ia harus dapat beridentifikasi tetapi itu tidak berarti bahwa ia lupa akan dirinya dan berlaku sperti anak didiknya. Ia tetap harus seorang dewasa tetapi menyesuaikan segala cara dengan dunia anak didiknya

0 komentar:

Poskan Komentar